Tip

Paket Rusak? Inilah 8 Kesalahan dalam Pengemasan Paket

Apakah kamu pernah menerima kiriman paket dengan kondisi yang rusak?
Kondisi itu pasti sangat menyebalkan, karena barang-barang di dalam paket bisa rusak ataupun lecet.

Berdasarkan pengalaman Expedito, kami menemukan beberapa penyebab paket yang rusak sebagaimana di bawah ini :

1. Tidak Mengisi kotak secara penuh atau kotak terlalu besar.
Penggunaan Kotak atau kardus memiliki fungsi untuk menahan tekanan luar, dimana kekuatannya tergantung dari banyaknya lapisan flute dan liner-nya (makin tebal makin kuat). Jika Anda menggunakan kotak yang terlalu besar dibandingkan dengan barang Anda, sehingga menyisakan ruang, maka akan menimbulkan resiko paket rusak di bawah tekanan.
Hal itu dikarenakan ada banyak ruang sisa yang tidak bisa menahan barang Anda.

Dalam pengiriman barang, seringkali Paket kiriman di dalam van, pesawat atau truk ditumpuk-tumpuk dengan barang atau paket lainnya. Selain itu, jika paket atau kardus yang di gunakan Anda cukup besar, maka akan ada kemungkinan paket Anda di taruh di paling bawah, dan ditumpuk oleh paket lainnya.

Untuk itu, sebaiknya di dalam paket diberi bahan tambahan pelindung seperti styroform, koran bekas atau bubble wrap yang bisa mengisi ruang kosong diantara barang Anda.

2. Menggunakan kotak yang tipis. Jika isi paket berharga atau mudah pecah, jangan mengambil resiko dengan memasukkannya ke dalam kotak yang tipis dan cenderung mudah hancur jika di bawah tekanan.
Tentunya kotak yang tipis memiliki kekuatan tekanan yang kurang di banding kotak yang lebih tebal.

3. Tidak menggunakan pelindung yang cukup.

Busa, kertas yang dikeraskan, atau sebaiknya bubble wrap, semua dapat digunakan untuk melindungi barang yang mudah pecah dari kerusakan.
Buble wrap bisa melindungi goncangan, dan juga lecet, tetapi tidak bisa menahan tekanan yang kuat.
Untuk itu tambahan packaging seperti Styrofoam yang tebal akan sangat berguna menahan goncangan. (contoh : pengunaan styrofoam penahan di dalam packaging TV , Elektronik, Kulkas)

4. Tidak memperkuat kotak. Ketika barang yang Anda kirim sangat rapuh, mungkin tidak cukup hanya dengan menggunakan bantalan atau tambahan bahan yang lain. Dalam keadaan ini, lebih baik memperkuat dinding kotak dengan menambahkan potongan-potongan kardus ke dinding bagian dalamnya. Semakin banyak lapisannya, maka makin kuat digunakan untuk menahan tekanan.

5. Tidak merekatkan kotak dengan benar. Terkadang kotak membutuhkan perhatian ekstra. Jika Anda mengemasnya dengan ketat, tetapi Anda masih belum yakin itu sudah aman, tambahkan perekat yang kuat atau bisa mengikat bagian tepi kotak.

6. Tidak menuliskan ‚ÄúTangani dengan hati-hati atau Fragile”

Mungkin ini terlihat sederhana, tetapi orang-orang lupa sehingga barang itu dibalik dan ditumpuk ke arah yang salah, dan bisa berisiko kerusakan.
Jika paket yang di kirim tidak tahan goncangan sebaiknya di tulis atau di tempel stiker Fragile pada paket

7. Mengirim paket berupa cairan dan bubuk tanpa packaging yang tepat

Barang-barang ini seringkali lebih rentan daripada yang lain, seperti kasus bocor, wadah pecah, dan sebagainya. sehingga sangat penting untuk memastikan bahwa kotak / wadah yang di gunakan adalah jenis yang kuat dan umumnya paket ini dipisahkan dari barang-barang lainnya.

Demikian beberapa hal yang perlu di cermati, dan semoga info ini bisa berguna untuk kamu dalam pengemasan paket ke depannya.

Sukses selalu untuk usahanya.


Leave a Reply